PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • DPRD Makassar Sahkan APBD Perubahan 2026 Rp5,26 Triliun, Fraksi Soroti Arah Belanja Pemkot • Serapan Anggaran Tersendat, Sekda Makassar Minta OPD Kuasai Aturan Pengadaan • Vape Narkoba Incar Generasi Muda: Kejahatan Berkedok Tren • HUT ke-419 Makassar, Pemkot Siapkan Nikah Massal Gratis untuk 210 Pasangan • DPRD Makassar Desak Pengelolaan Sampah Dimulai dari Rumah • Dua Kali Ditegur Tak Digubris, Bangunan Pelanggar GSB di Makassar Segera Disegel • PEMBERITAHUAN: Email redaksi redaksi@mediasulsel.com sementara mengalami gangguan. Untuk sementara, seluruh keperluan korespondensi redaksi, termasuk rilis berita dan artikel opini, dapat dikirim ke Sulselmedia@gmail.com. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya. • 🏥 Klinik Utama Aktiv Energi Physio kini hadir di Makassar • Konsultasi Dokter Umum & Spesialis Saraf • Fisioterapi • Okupasi Terapi • Terapi Wicara • Private Gym • 📍 Jl. AP Pettarani No. 18F Makassar • 🕘 Senin–Sabtu, 09.00–16.00 WITA • ☎️ Reservasi: 0821-8927-9692. • DPRD Makassar Sahkan APBD Perubahan 2026 Rp5,26 Triliun, Fraksi Soroti Arah Belanja Pemkot • Serapan Anggaran Tersendat, Sekda Makassar Minta OPD Kuasai Aturan Pengadaan • Vape Narkoba Incar Generasi Muda: Kejahatan Berkedok Tren • HUT ke-419 Makassar, Pemkot Siapkan Nikah Massal Gratis untuk 210 Pasangan • DPRD Makassar Desak Pengelolaan Sampah Dimulai dari Rumah • Dua Kali Ditegur Tak Digubris, Bangunan Pelanggar GSB di Makassar Segera Disegel •
Opini

Sulitnya Akses Fasilitas Kesehatan, Bukti Ketidakmaksimalan Penguasa dalam Pemenuhan Kemaslahatan Rakyat

1284
×

Sulitnya Akses Fasilitas Kesehatan, Bukti Ketidakmaksimalan Penguasa dalam Pemenuhan Kemaslahatan Rakyat

Sebarkan artikel ini
Sulitnya Akses Fasilitas Kesehatan, Bukti Ketidakmaksimalan Penguasa dalam Pemenuhan Kemaslahatan Rakyat
Satria Ummu Aulia

Kebutuhan rakyat yang berkaitan dengan individu seperti sandang, papan, dan pangan akan dipenuhi oleh negara dengan mekanisme pemberian langsung dan tidak langsung.

Mekanisme langsung, berlaku untuk memenuhi kebutuhan pokok berupa jasa. Dengan mekanisme langsung, negara wajib memberikan pelayanan langsung berupa jasa yakni pelayanan kesehatan, pendidikan, dan keamanan. Memberikan jaminan atas pelayanan jasa ini secara gratis.

Disamping itu, negara wajib menyediakan semua fasilitas yang dibutuhkan untuk pelayanan jasa tersebut, seperti pengadaan rumah sakit dan segala infrastrukturnya, sarana pendidikan dan semua perlengkapannya, dan sarana perlindungan keamanan beserta perangkat hukumnya.

Sementara pemenuhan kebutuhan pokok berupa barang dijamin dengan mekanisme tidak langsung. Ini akan ditempuh dengan cara negara akan memberikan lapangan pekerjaan yang layak bagi semua kepala rumah tangga yakni laki-laki.

Kemudahan dalam mengakses lapangan kerja akan memberikan kepastian bagi kaum laki-laki untuk mencari nafkah serta memenuhi kebutuhan primer dan sekunder bagi keluarganya.

Kemudian, kebutuhan pokok yang meliputi masyarakat secara umum maka akan dipenuhi sedemikian rupa dan merata, artinya bahwa pembangunan dalam hal fasilitas di bidang kesehatan dan pendidikan akan merata di setiap wilayah.

Dari gambaran ini tampak jelas bahwa terdapat perbedaan antara Islam dengan sistem saat ini dalam hal pemenuhan kemaslahatan rakyat. Sistem saat ini tampak adanya ketidak optimalan dalam hal pemenuhan kebutuhan pokok dan kemaslahatan rakyat.

Ini dikarenakan sumber APBN dalam sistem saat ini berasal dari utang dan pajak terlebih pengelolaan SDA yang tidak jelas sebagian besar dikelola oleh asing, hingga pada akhirnya mengakibatkan pendistribusian harta kekayaan negara atau APBN juga tidak terarah dan sering berubah-ubah. Wallahu’ A’lam. (*)

Penulis: Satria Ummu Aulia (Pegiat Literasi)

***

Disclaimer: Setiap opini/artikel/informasi/ maupun berupa teks, gambar, suara, video dan segala bentuk grafis yang disampaikan pembaca ataupun pengguna adalah tanggung jawab setiap individu, dan bukan tanggungjawab Mediasulsel.com.

Polling Mediasulsel

Menurut Anda, masalah yang paling perlu diprioritaskan pemerintah saat ini adalah...

Konten dilindungi © Mediasulsel.com