JAKARTA—Sekretariat Jenderal (Setjen) MPR RI memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 setelah muncul polemik penilaian pada babak final tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Sebagaimana dikutip dari Berita Satu, Selasa (12/5/2026), Setjen MPR menyebut saat ini pihak panitia tengah melakukan penelusuran internal terkait dugaan ketidakkonsistenan penilaian dewan juri saat sesi pertanyaan rebutan.
“MPR menghormati perhatian dan masukan masyarakat terkait pelaksanaan LCC Empat Pilar 2026,” demikian isi pernyataan resmi tersebut.
Setjen MPR menegaskan kegiatan pendidikan kebangsaan harus menjunjung tinggi nilai sportivitas, objektivitas, keadilan, serta semangat pembelajaran yang konstruktif bagi peserta didik.
Karena itu, evaluasi akan mencakup seluruh aspek teknis lomba, mulai dari mekanisme penilaian, kejelasan artikulasi jawaban peserta, sistem verifikasi jawaban, hingga tata kelola penyampaian keberatan selama perlombaan berlangsung.
MPR berharap langkah evaluasi tersebut dapat membuat pelaksanaan LCC di masa mendatang berlangsung lebih transparan, akuntabel, dan mampu menjaga kepercayaan publik terhadap kegiatan pendidikan kebangsaan.
Polemik ini bermula dari final LCC Empat Pilar tingkat Kalbar yang mempertemukan SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau di Pontianak. Video perlombaan kemudian viral usai muncul protes dari peserta terkait penilaian jawaban.
Dalam tayangan di kanal YouTube MPRGOID, kontroversi terjadi saat juri memberikan pertanyaan mengenai lembaga yang pertimbangannya harus diperhatikan DPR dalam memilih anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjawab bahwa anggota BPK dipilih DPR dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan diresmikan Presiden. Namun jawaban itu dinilai tidak lengkap sehingga poin mereka dikurangi.
Tak lama kemudian, regu B dari SMAN 1 Sambas memberikan jawaban serupa dan justru memperoleh nilai penuh. Keputusan tersebut memicu protes dari regu C karena merasa jawaban yang disampaikan tidak berbeda.
Pihak juri kemudian menjelaskan bahwa pengurangan nilai terjadi karena artikulasi jawaban regu C dinilai kurang jelas sehingga penyebutan DPD tidak terdengar dengan baik. Sementara panitia menegaskan aspek kejelasan penyampaian jawaban menjadi bagian penting dalam proses penilaian lomba. (Ag4ys/B-Network)













